IT dalam Gelagat Sosial (Media)

Menonton gelaran pameran komputer bulan ini[1] di Jogja Expo Center melambungkan ketakjuban saya dengan perkembangan teknologi informasi. Sungguh saya ternganga dengan dahsyatnya manusia, dalam membuat aneka perangkat informasi. Smartphone? Oh, bukan. Saya tidak sedang berdecak kagum pada smartphone, ‘telepon pintar’.

Smartphone dalam pandangan saya belakangan ini hanya mengesankan sebagai penampung software saja. Ia tidak menawarkan kedalaman manusia dalam berkreasi, meski saya akui software smartphone berkembang juga luar biasa, bahkan bisa diperoleh “Cuma-Cuma”. Cuma-Cuma memang mengkhawatirkan, dari salah satu perspektif pandang.

Namun begitu, saya kaget dengan inovasi scanner, atau alat pemindai. Salah satu kemajuan teknologi informasi yang setengah dahsyat (atau mahadahsyat?). Betapa tidak, yang menarik hati saya adalah re-inventing mesin faksimile (berbentuk seperti keranjang printer), tetapi ia mampu bermetamorfosis menjadi pemindai naskah, setara scanner-scanner yang bentuknya model flat-bed. Aduh, siapa sangka? Menurut saya, ini inovasi (re-inventing?) jenius.

Bayangkan, saya bisa mengkopi naskah hanya dengan memasukkan ke keranjang printer itu lembar demi lembar, lalu hasil dibaca oleh pemindai dan diterima serta diolah komputer dengan software pengkonversi ke pengolah kata. Sungguh, saya mungkin bakal bangkrut, bila buku-buku saya dibajak, dan dikonversi ke file-file berbasis pengolah kata ini. (Itu jika saya adalah penerbit atau jika saya seorang penulis.) Ada kemudahan bagi orang membajak karya-karya orang, atau karya-karya saya, atau karya-karya buku dari penulis siapa saja. Andai, orang membajak, lalu mengirimkannya ke koleganya, mengunggah di jejaring sosial, duh…

Google translate juga kemajuan luar biasa. Begitu Anda berhasil mengalihkan naskah-naskah dalam hardcopy suatu naskah, sehingga tampil dalam format softcopy perangkat lunak pengolah kata. Copy-paste-kan ke google translate, lalu pilih bahasa Indonesia, jika teks dalam bahasa Inggris, dan Anda pengen menerjemahkannya. Selesai sudah. Profesi saya sebagai penulis, bakal melambung dengan metode ini, copy-paste-translate, pokoknya, klik-klik dan klik, eureka! Saya berhasil jadi kondang dengan profesi baru: penerjemah buku, P. Atau Anda pengin tahu, bagaimana menjadi penipu, atau mengubah salinan naskah, memalsukan, atau beritikad menyebar gonjang-ganjing, atau entah berita palsu, rasanya, semua itu bisa Anda lakukan dalam aksi di tangan Anda.

Tabik.

 

[1] Frasa bulan ini tidak dimaksudkan untuk merujuk kepada bulan Desember ini.

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: