Manggatang Utus

Manggatang-Utus

 

Jikalau beberapa waktu lalu saya menampilkan beberapa tulisan tentang candi-candi yang saya kunjungi, kali ini saya hendak menyajikan tulisan tentang sebuah album musik: Manggatang Utus. Saya memutar cakram optis mendengarkan lagu dan musiknya sembari menyiapkan tulisan ini. Hmm… sepertinya, saya sedang jatuh cinta.

**

Suatu siang di hari Minggu saya menyimak salah satu lagu dari album ini dari siaran radio, dalam rubrik Mozaik Nusantara. Saya bertanya, apakah judul lagunya dan dalam bahasa apa? Si penyiar menginformasikan bahwa itu lagu dalam bahasa Dayak, Kirenbakirai, Manggatautus. Demikian catatan yang sempat saya tulis dalam notes. (Ejaan yang tepat, saya salin dari album yang saya dapatkan adalah: Kereng Bangkirai, Manggatang Utus.) Dari situ, saya memperoleh keterangan agar mencari tahu ke asrama Palangkaraya/asrama mahasiswa Kalimantan Tengah di Jalan Pakuningratan, Yogyakarta.

Dan saya pun ke sana. Saya berjumpa dengan seorang gadis cantik, putri jelita dalam dongeng-dongeng dari negeri seberang. Ada satu pertanyaan terlontar pada waktu itu (saya tidak hendak menuliskannya di sini). Dan ia menjawabnya. Ia yang pertama menemui saya. Seingat saya, ia kemudian memungut kucingnya, mengelus dalam dekapannya. Ia memelihara beberapa kucing. Seekor kucing yang lain mendatangi kaki saya, saya seperti tengah mendapat sambutan dari hutan-hutan di Kalimantan.

Hari kedua saya tidak melihatnya di sana. Tetapi kucing-kucing itu masih ada. Saya ditemui oleh Santo Petrus Junjung dan ia memberikan nomor kontak berkaitan album Manggatang Utus.

**

Hari Minggu malam saya berangkat untuk menemui nama yang tercantum dalam layanan pesan singkat yang saya terima. Saya diberi ancar-ancar oleh tuan rumah; beliau tinggal juga di Kalasan.

Saya bertanya kepada pemilik warung di ujung jalan, dan saya memperoleh petunjuk untuk ke sana. Dan sekali lagi, ini juga hampir seperti dongeng-dongeng yang saya baca, saya melangkahkan kaki menuju halaman rumah yang ternyata adalah kediaman pencipta lagu-lagu dalam Manggatang Utus itu sendiri.

Saya bertamu singkat, menyampaikan hal yang perlu.

**

Kereng Bangkirai menjadi salah satu judul lagu dalam Album Manggatang Utus; lagu pop berbahasa Dayak Ngaju Kalimantan Tengah, ciptaan Ibu Nila Riwut. Kereng Bangkirai merupakan nama tempat di Kalimantan Tengah. (Saya belum pernah ke sana, tetapi entah-kebetulan-entah-tidak, harian Kompas Jumat, 15 Agustus 2014, menurunkan berita tentang tempat ini: Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.)

**

Saya memohon izin menyunting Sang Putri Jelita.

“Tak sadar diri aku; kerinduanku menempatkan aku di atas kereta orang bangsawan.” (Kidung Agung 6:12, TB-LAI)

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: