Tidur

Ada ungkapan dalam bahasa Jawa, Gusti mboten sare (Tuhan tidak tidur). Ungkapan yang menunjukkan harapan bahwa Tuhan senantiasa terjaga. Berbeda dengan manusia yang perlu istirahat. Suatu kutipan dari Kitab Pengkhotbah menyebutkan ungkapan begini: ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu berdiam diri, ada waktu untuk berbicara.

Namun, ada juga yang menarik ketika membaca Nyanyian Pengajaran Asaf. Asaf melukiskan begini: Lalu terjagalah Tuhan, seperti orang yang tertidur, seperti pahlawan yang siuman dari mabuk anggur; (Mazmur 78:65).

Penulis Injil, Matius, punya cerita yang lebih menarik. Dalam peristiwa di Danau Galilea (para ahli memperkirakannya berlangsung dalam bulan Oktober Tahun 28 Masehi), Matius merekam peristiwa berikut: Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur (Matius 8:24).

Dan inilah peristiwa dramatis di Getsemani, Yesus mengajak murid-murid-Nya, Petrus dan kedua anak Zebedeus dibawa-Nya serta. Ia merasa sedih dan gentar, “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”

Namun, ketika Ia kembali kepada murid-murid-Nya, Ia mendapati mereka sedang tidur.

Tuhan: Ia sendirilah yang berjaga-jaga.

Selamat Pra-Paskah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: