Humor

Berbagi pengalaman tentang menulis, saya pernah menulis untuk mengisi rubrik humor. Itu pertama kali tampil dalam majalah rohani. Sebetulnya, tulisan yang sederhana saja. Saya tidak menyangka bahwa karya itu dapat dimuat dalam majalah tersebut.

Menulis rubrik humor, memang tidak memerlukan jumlah kata yang banyak. Untuk rubrik renungan, saya bertanya kepada redaksi memerlukan sekitar 300 kata. Di majalah yang lain, saya pernah menulis dua halaman sebuah artikel tentang editorial.

Humor kadang diperlukan untuk mengisi bagian-bagian tulisan. Tentu dengan maksud untuk mencairkan suasana. Dari sebuah tabel huruf yang pernah tayang di facebook rekan, ada hal yang menarik. Karena ada kata Experience yang muncul, itu tergesa-gesa saya baca. Tetapi, setelah mencermati berbagai komen yang ada, saya tertarik dengan kata Love. Love, cinta kasih, saya sadari akan mewarnai tulisan dan karya-karya menjadi indah dan lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: