Gereja di Pergantian Tahun: Bibel Kring

100-tahun-gkj-gondokusumanAku memikir-mikir hari-hari zaman purbakala, tahun-tahun zaman dahulu aku ingat.

(Mzm 77:6, TB-LAI)

Kami mengalami berpindah rumah beberapa kali. Selama berpindah itu, kami juga mengalami berpindah gereja meskipun masih dalam lingkup gereja dengan sinode yang sama. Berpindah rumah berarti juga bertemu dengan masyarakat baru, warga gereja yang baru, dan seterusnya. Waktu itu, selain administrasi kependudukan yang terkait dengan kepindahan tempat tinggal, ayah saya (almarhum) juga mengurus administrasi kepindahan gereja. Dalam urusan administrasi gereja ini kami dikenalkan dengan istilah atestasi.

Gereja pada masa kecil saya termasuk gereja yang berkesan. Pada waktu itu ada persekutuan keliling yang disebut bibel kring. Nama yang terdengar aneh, setidaknya begitu, karena ketika kami berpindah gereja, istilah ini jarang saya temui. Terakhir, istilah tersebut sepertinya digantikan dengan istilah PA (pemahaman alkitab) yang tampaknya lebih populer belakangan ini.

Dalam bibel kring, isi acaranya memang bisa dikatakan sama dengan PA. Ada pembawa acara yang memimpin jalannya pertemuan dengan menyiapkan kekidungan untuk dinyanyikan, ada pemuka yang membacakan kitab suci dan menyampaikan pengajaran, ada doa yang didaraskan, ada kantong kolekte (waktu itu kami tidak memakai kantong, tetapi mangkuk yang ditutup serbet) yang diedarkan. Saya, yang waktu itu masih anak-anak, mendengarkan dari kamar sebelah. Seingat saya, karena pertemuan “bibel kring” itu berlangsung hingga agak malam, saya sepertinya sudah tertidur ketika acara selesai. Umumnya, yang hadir pada acara tersebut adalah kaum bapak-bapak.

Seingat saya, nyanyian yang dipakai pada waktu itu menggunakan bahasa Jawa. Alkitab yang dibacakan pun dalam bahasa Jawa. Sebagian kutipan Kitab Suci yang masih mengiang, di antaranya adalah istilah “para sekabat” (istilah untuk menunjuk Murid-murid Yesus), “Nabi Yokanan” (dalam bahasa Indonesia disebut “Yohanes”), dan “Yehuwah” (dalam bahasa Indonesia ditulis TUHAN dengan huruf kapital semua). Belakangan, dalam acara bibel kring itu (kalau tidak salah) ada juga warga gereja yang tidak berbahasa Jawa. Ia berasal dari luar Jawa, tetapi tinggal di dalam lingkup gereja kami (mungkin ada surat atestasi-masuk dan tempat tinggalnya masih dalam lingkup wilayah bibel kring kami), ia pun ikut dalam acara bibel kring tersebut.

 

Tag:

2 Tanggapan to “Gereja di Pergantian Tahun: Bibel Kring”

  1. Sudirman S Says:

    Saya tertarik dengan tulisan ini, dan dulu waktu saya kecil (sekitar tahun 1975) pernah dengar istilah ini di sebuah desa kecil di Sumatera Utara, para pengikutnya adalah orang-orang tua, mengadakan persekutuan malam hari dan tidak ada gereja mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: