Solstis

Tugu

Aku percaya kepada Allah Bapa, Khalik Langit dan Bumi …

(Christian credo)

Dua puluh satu Desember mengingatkan saya kepada titik balik selatan. Dalam mitologi Yunani, Matahari turun memasuki kandang di Bumi belahan selatan. Maka, Bumi belahan utara mengalami pergantian musim, masuk ke dalam musim dingin.

Semalam saya sempat diingatkan oleh kawan saya tentang tanggal-tanggal ulang tahun beberapa teman dalam suatu obrolan di traktiran makan malam. Desember mengingatkan kami kepada teman yang bernama Desi. Saya juga terkenang dengan orang yang bernama sama, tetapi berbeda dengan yang dimaksudkan kawan saya. Saya dulu pernah bertanya begini kepada teman yang bernama awal bulan dua belas ini, apakah ia lahir pada bulan Juli? Dia menjawab tidak, sembari menggelengkan kepala.

Saya pernah mengirimi teman yang ini beberapa puisi (yang mestinya sampai), tetapi entah dibaca entah tidak. Waktu itu saya memintanya untuk memberikan penilaian. Namun, tak ada tanggapan. Barangkali menurutnya, saya belum cocok menjadi sastrawan apalagi bersaing dengan lulusan pendidikan sastra. Mau cari sastra-wan keren? Sudah ada di ruangannya.

Ah, ini sekadar kilas balik kenangan saja. Sepertinya, saya bertambah usia, sehingga perlu bernostalgia.

**

Ketika angin diberi-Nya kekuatan, dan ditetapkan-Nya batas-batas lautan; ketika ditentukan-Nya tempat hujan jatuh, dan jalan yang dilalui kilat dan guruh; pada waktu itulah hikmat dilihat-Nya, diuji-Nya nilainya, lalu diberikan-Nya restu-Nya.

(Ayub 28: 25–27, Alkitab dalam bahasa Indonesia Sehari-hari, LAI)

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: