Tantu Panggelaran

Malawas ta bhațāra manganakĕn yugha, motus ta sira sang hyang Brahmā Wiṣņu magawe manuṣā. Ndah tan wihang hyang Brahmā Wiṣņu, magawe ta sira manuṣā; lmah kinĕmpĕl-kĕmpĕlnira ginawenira manuṣā lituhayu pāripūrņā kadi rūpaning dewatā.

(Telah lamalah sang batara mengadakan yoga, lalu memerintahkan kepada Brahma dan Wisnu membuat manusia. Tidak menentang batara, Brahma dan Wisnu, mereka lalu membuat manusia. Tanah dikepal-kepalnya dibuat manusia oleh mereka, elok sempurna seperti rupa dewata.)[1]

Sudah lama tidak membaca buku. Ketika membaca, kadang kita bisa menemukan sesuatu. Menemukan, yang sebetulnya mungkin sudah ditemukan orang. Namun, dunia membaca sepertinya adalah dunia yang senyap. Aksara dan kata hanya berbicara ketika orang mengenalnya.

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

(Kejadian 1:27, TB-LAI)


[1] Tantu Panggĕlaran. Dalam Struktur Bahasa Jawa Kuna oleh L. Mardiwarsito dan Harimurti Kridalaksana. Hlm. 18. Edisi Pertama diterbitkan oleh Penerbit Nusa Indah (1984), edisi kedua diterbitkan oleh Komunitas Bambu bekerja sama dengan Ecole française d’Extrême-Orient (2012).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: