Pesta

Melati-Air

Siang, malam, musim, tahun

gilir ganti melenyap

bayang-bayangnya berlalu,

tiada satu yang tetap

(Kidung Jemaat 331:1)

Pada waktu Paskah, karena ini memperingati Kebangkitan Kristus yang diawali dengan rangkaian Pra-Paskah, umat diajak untuk mau berkorban.

Pada waktu Natal, karena ini memperingati Kelahiran Kristus di tempat yang sederhana, umat diajak untuk mau berbagi dengan sesama.

(Kalau begitu, sebetulnya kapan tiba saat untuk berpesta? Saat Maranata?)

**

Menjelang pergantian tahun, hujan turun. Meski begitu, rasanya kita bisa berterima kasih untuk hujan yang turun. Karena dengan demikian, kita jadi teringat untuk tempat berteduh atau tempat hangat yang kita impikan.

Sore ini gedung gereja tidaklah penuh sesak seperti saat kebaktian Natal. Barangkali karena ini ibadah perayaan Akhir Tahun yang tidak menjanjikan pesta? Atau gara-gara hujan turun?

Tetapi saya rasa inilah pesta. Pesta Akhir Tahun. Anak-anak muda terlibat dalam acara. Orang-orang tua ikut di dalamnya. Mereka membuat Pohon Harapan. Di cabang-cabangnya dan di ranting-rantingnya kita menggantungkan pesan harapan untuk Tahun Depan.

**

Perhatikanlah baik-baik; maka apabila anak-anak perempuan Silo keluar untuk menari-nari, baiklah kamu keluar dari kebun-kebun anggur itu, dan masing-masing melarikan seorang dari anak-anak perempuan Silo itu menjadi isterinya dan pergi ke tanah Benyamin.(Kitab Hakim-Hakim 21:21, TB-LAI)

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: