Musim

O, mata air di kebun, sumber air hidup, yang mengalir dari gunung Libanon!

(Kidung Agung 4:15, TB-LAI)

 

Sekawanan burung gereja terbang di samping sejajar dengan motor ketika saya berkendara pulang dari membeli koran. Di sini sawah-sawah masih cukup luas membentang, menjanjikan tempat persediaan makanan untuk burung-burung itu.

Saat ini musim kemarau. Debu beterbangan dari tanah yang mengering. Meski begitu, sawah masih cukup air dari irigasi. Tanaman padi masih mengisi beberapa petak. Petani lain memilih menggarap lahannya dengan tanaman tembakau.

Musim ini pohon mangga berbunga. Tempo hari ada dahannya yang rebah. Sepertinya, daunnya terlalu rimbun dan sarat dengan buah. Tetapi buahnya masih kecil-kecil. Barangkali ada semacam angin yang mendorong, sehingga dahannya mentiyung. Lalu karena tidak kuat menopang beban, dahan itu patah.

Tanaman sukun cukup lebat berbuah. Namun, tanah yang kering selama kemarau tampaknya membuat akar perlu menjangkau air yang semakin jauh di dalam tanah. Sepertinya, kecukupan air berperan pada tanaman ini untuk menguatkan daun-daun dan tangkai buahnya. Beberapa buah muda yang berguguran di musim kemarau mungkin karena tangkainya tak kuat menahan tarikan bumi dan terbatasnya kecukupan air di batang pohon.

Bunga ungu di halaman rumah mekar. Setelah menampakkan kuntum bunganya, satu dua hari kemudian mahkotanya mengembang. Ketika mekar, lebah berperut hijau biasanya terlihat berputar-putar mendekati. Selang beberapa saat, ia hinggap di salah satu bunga, masuk ke dalamnya, lalu keluar, dan terbang berputar-putar lagi. Bunga ini sepertinya tidaklah memancarkan aroma yang tercium hidung saya. Namun, warnanya memang menarik. Meski begitu, setelah satu-dua hari, warna itu memudar. Mahkota bunganya kemudian melayu, berwarna kecokelatan, mengering, dan akhirnya gugur.

Aroma segar sepertinya keluar dari bunga-bunga pohon mangga. Harum baunya enak dihirup bersama udara segar pagi hari.

**

Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku, supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya!

Semoga kekasihku datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya yang lezat.

(Kidung Agung 4:16, TB-LAI)

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: