Matahari Sudah Melewati Puncaknya

Berada di kerumunan manusia. Mereka tengah mengantre apa? Mencari hiburan di tengah kota. Mendengarkan alunan musik? Menikmati suara merdu Agnes? Aku dan manusia lain itu berada di lorong sebuah gedung bioskop. Duduk di lantai. Menunggu. Film diputar sejam lagi. Tempat sempurna untuk melihat cowok-cowok keren dan cewek-cewek cantik.

***

Aku tiba ketika matahari sudah melewati puncaknya. Kira-kira pukul setengah dua. Awan kelihatan gelap karena cuaca berubah mendung. Angin menderu-deru. Menerbangkan dedaunan hingga berserak-serak di halaman.

Aku tidak jadi melepas sepatu. Bangkit, lalu berjalan, menyeberangi Jalan Besar itu. Di sana ada warung sederhana. Aku mendatanginya.

“Di sini jualan apa?” tanyaku ingin tahu. Aku pikir mereka tidak sedang buka, atau mengira jualannya sudah ludes, laku semua.

“Bakso,” katanya.

Ah, aku mampir saja. Tidak mengapa.

Sambil menunggu, aku kemudian memberanikan diri bertanya, “Kalau hendak ke Tempat Penyimpanan Benda-Benda Lama, ke manakah arahnya?”

Si penjual menyebutkan arah. Di sana, di Perempatan Jalan itu, ambillah Jalan ke Selatan.

Apakah dari sini jauh jaraknya? Dan dia menjawab tidak. Bagaimana dengan transportasi ke sana? Aku membayangkan jaraknya. Tadi aku sudah melewatinya. Kalau dekat, mestinya aku berjalan kaki.

Penjual itu mengiyakan. Dari wajahnya dia seperti tersipu-sipu malu. Lalu mengajukan pertanyaan padaku.

Menthulnya mau yang mana? Yang besar atau yang kecil?”

Aku jadi rikuh. Menthul besar atau menthul kecil apa?

“Apa itu menthul?”

“Oh, menthul …. Itu adalah ini, Mas.”

Tangannya bergerak sigap, meraih tutup soblok besar di depanku. Lalu membukanya.

Asap putih tipis menyeruak.

Bakso seukuran bola tenis, itulah menthul besar, sedangkan bakso seukuran bola golf, itulah menthul kecil.

Aku duduk menunggu bakso dan teh panas pesananku. Hujan mulai turun.

Aku sampai di Trowulan. Tulisku dalam pesan pendek di Lontar.

(Bhumi Mataram berada jauh di Barat.)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: