Menikmati Senja di Kraton Boko

Jika Anda berkunjung di sekitar Prambanan, Yogyakarta, sempatkanlah untuk naik ke situs Kraton Boko [1];. Dari puncak perbukitan tempat situs ini berada, Anda dapat memandang ke utara melihat gugusan Candi Jonggrang yang indah dan Gunung Merapi yang megah.

Saya menyukai arealnya yang luas. Untuk tiba di gapura utama, dari tempat penjualan tiket, kita akan berjalan naik meniti sejumlah anak tangga. Dalam perjalanan itu, kita akan berjumpa dengan taman kecil di sisi kanan dan kolam buatan. Di sana kita bisa berhenti untuk sementara. Menikmati pemandangan sembari melepas kepenatan. Kalau Anda mau, namailah tempat ini Taman Rusa. Karena di dekat situ, ada kandang terbuka tempat beberapa ekor kijang yang jinak.

Menanti di depan adalah Gapura Utama. Gapura Utama yang pertama terdiri atas tiga pintu, sedangkan gapura di belakangnya lima pintu. Saya tidak mengerti mengapa jumlah pintunya demikian. Situs Ratu Boko sendiri konon pertama-tama dibangun sebagai wihara Buddha dengan nama Abhayagiri (Bukit Damai) sekitar 792 M. Puluhan tahun kemudian, sekitar 856 M tempat ini berganti menjadi kediaman Rakai Walaing Pu Kumbhayoni yang beragama Hindu.

Dari papan keterangan yang dipasang oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, kita dapat memperoleh informasi bahwa situs Ratu Boko ditemukan kembali oleh Boeckholtz pada tahun 1790. Sementara itu, pencatatan atas peninggalan-peninggalannya dilakukan oleh Makenzic, Junghun, dan Brumund pada 1814.

Jika kebetulan Anda datang ke sana pada sore yang cerah, Anda dapat berjalan-jalan terus melalui gapura, menyeberang tanah lapang ke arah Paseban, menuju ke arah tenggara untuk melihat Pendapa. Dari sana Anda masih dapat melangkahkan kaki ke selatan, menengok miniatur candi. Di sebelah timurnya terhampar kolam-kolam bundar dan persegi. Anda dapat turun untuk sekadar menengoknya. Setelah itu, berjalanlah ke utara, lalu memutar turun ke timur menuju kompleks batur-batur bangunan keputren. Dari sini Anda bisa menikmati matahari senja yang turun di balik bangunan-bangunan di sebelah barat.

Puas berjalan-jalan, Anda dapat mengambil jalan pulang lewat sisi utara pendapa, terus ke barat. Sekarang, lewatlah di sisi bawah talud tinggi yang tadi kita lalui. Nanti, di ujung jalan kembali, Anda dapat mampir di Plaza Andrawina. Di sini Anda dapat duduk-duduk sebentar. Menikmati suguhan senja yang berganti malam. Sejauh mata memandang, saujana mata lampu-lampu dinyalakan. Candi Prambanan terlihat samar.

Apabila Anda singgah pada bulan puasa, minuman koktail dingin barangkali akan Anda jumpai di Plaza Andrawina. Tegukan jamuan ini niscaya amat menyegarkan.#


[1] Situs Ratu Boko tercatat dalam tentative list di http://whc.unesco.org/en/tentativelists/287/.


Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: