Merapi

Rupanya lampu listrik di desa kami padam menjelang subuh tadi. Karena itu aku bermimpi. Bermimpi tentang meletusnya gunung merapi yang memuntahkan lahar dalam percikan bunga api. Suatu gedung bertingkat rontok; orang-orang berlarian; kali-kali dan jurang-jurang terisi lahar. Magelang luluh lantak laksana digelangi oleh api. Dalam suatu desa yang di seberangnya ada cekungan seperti kali, mengalirlah lahar api dengan cepat, memukul beting, dan membentuk percikan yang terus melompat ke arah kerumunan orang yang berjaga-jaga. Di situ di antaranya ada aku. Kami mundur berlari menjauh, tetapi percikan itu sempat mengenai tangan orang. Aku membayangkan panasnya tentu teramat tinggi.

Gelap gulita ketika mataku tiba-tiba terbuka. Ada nyala api di lantai bergoyang-goyang diterpa angin pagi. Ada apa ini? Rupanya listrik mati, kakakku menyalakan api, dan aku baru saja terjaga dari mimpi.

25/08/08

Poem

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: