Pohon Tumbang

Pohon itu kabarnya tumbang dan menimpa seorang anak muda hingga mati. Kabar yang segera melintas sawah-sawah dan bergaung hingga pojok-pojok desa.

Pohon itu masih tergeletak di tepi jalan, di sisi timur, dengan sebagian akarnya masih terbenam di tanah. Pohon itu memang sudah dipangkas. Sebagian batangnya sudah dipotong. Mungkin sekadar supaya tidak melintang di jalan. Padahal kalau mau dipakai sebagai persediaan kayu bakar, kayunya lumayan besar. Tapi mungkin orang tidak berani memakainya.

Pohon itu sudah lama rubuh, tetapi kini daun-daunnya bersemi lagi.

Karena bagi pohon masih ada harapan: apabila ditebang, ia bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti tumbuh. Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah, dan tunggulnya mati di dalam debu, maka bersemilah ia, setelah diciumnya air, dan dikeluarkannyalah ranting seperti semai. Tetapi bila manusia mati, maka tidak berdayalah ia, bila orang binasa, di manakah ia? (Ayub 14:7-10, TB-LAI)

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: