Khoikhoi dan San

Tersebutlah seribu tahun silam dua suku bangsa yang mendiami wilayah barat yang kini dikenal sebagai Afrika Selatan. Dua bangsa itu adalah Khoikhoi dan San. Sekitar enam ratus tahun berselang bangkitlah Xhosa, raja dari suku Nguni dan berkuasa atas wilayah tenggara yang kemudian disebut Kerajaan Transkei. Kerajaan itu terus berkembang sementara bersamaan dengan itu orang-orang Eropa mulai merambah ke dekat wilayah mereka. Orang-orang Eropa membentuk koloni di kota yang kini dikenal sebagai Cape Town. Kelak, pada abad ke-19, kekuatan baru yang datang dari Eropa ini menghancurkan rakyat Xhosa.

Sekitar tahun 1650-an orang-orang Belanda mempekerjakan orang-orang Asia dan orang-orang bagian lain Afrika sebagai budak di Cape Colony. Saat itu rakyat Khoikhoi tidak pernah menjadi budak karena perdagangan ternak mereka sangat berharga bagi Dutch East India Company. Namun, lambat laun ternak suku Khoikhoi mulai berkurang dan tanah-tanah penggembalaan mereka semakin sempit. Akhirnya, rakyat Khoikhoi pun menjadi tenaga buruh pada majikan-majikan petani Belanda.

Ada dua peperangan meletus ketika orang-orang Belanda memperluas wilayah pendudukan mereka. Peperangan pertama terjadi dari tahun 1659 sampai 1660 yang diawali oleh suku Khoikhoi, kemudian peperangan kedua berlangsung lagi dari tahun 1673 sampai 1677 yang diawali oleh orang-orang Belanda. Dari kedua pertikaian itu, yang muncul sebagai pemenang adalah orang-orang Belanda. Kemudian, pada tahun 1713 merebaklah wabah penyakit cacar, dimulai dari Cape Town lalu menyebar ke pedalaman sekitar. Banyak suku Khoikhoi yang mati. Sebagian yang masih hidup kemudian mengungsi ke negeri-negeri Utara, sedangkan yang lain, memilih bertahan dan selanjutnya menikah dengan orang-orang Asia ataupun orang-orang kulit putih yang kelak menurunkan generasi baru yang disebut Kaum Campuran.

Sementara itu, bangsa San masih menyintas sekalipun juga mulai tersisih dalam kancah kemasyarakatan. Tidak seperti masa-masa sebelumnya, kini mereka semakin sulit dengan cara hidup berburu. Sebagai jalan pintas, mereka pun mengalihkan buruan dengan menyerang ternak piaraan. Bangsa Eropa nyaris melenyapkan semua laki-laki suku San dan mengambil perempuan dan anak-anaknya sebagai tenaga rodi. Sebagian suku San meloloskan diri dan mengungsi ke Utara ke negeri yang kini kita kenal sebagai Namibia dan Botswana.

Disadur dari: http://encarta.msn.com/encyclopedia_761560550/Cape_Province.html

Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan?

Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri segala lupa?

Penggalan nyanyian. Mazmur Kaum Korah (Mazmur 88, TB). Untuk pemimpin kor. Menurut lagu: Mahalat Leanot. Nyanyian pengajaran Heman, orang Ezrahi.

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: