Pohon Besar

Ada pohon besar di pinggir jalan sana. Saya sangat suka lewat di bawahnya. Bila saya membelok ke timur, memilih jalan besar itu, saya berjalan pelan-pelan. Pulang sore, menengadahkan kepala, melihat birunya langit di antara ranting-ranting kosong. Cabang-cabang itu menumbuhkan bunga-bunga kuning. Ada keteduhan di sana. Biasanya saya menghirup napas dalam-dalam untuk merasakan kesegarannya. Suatu pohon yang mungkin sudah sangat tua. Sebuah pohon yang konon hanya ada dalam legenda-legenda.

 

Dalam pergantian musim, hujan ke kemarau atau kemarau ke hujan, ada pergantian suasana dari daun ke bunga atau bunga ke daun. Jika engkau sempat mengamati, pohon itu masih berdiri gagah di sana.

 

Ada pohon besar lain yang sepertinya sejenis dengan pohon itu yang tumbuh di sebelah barat. Namun saya jarang melihatnya, mungkin sama. Pohon itu pun juga besar, tetapi mungkin lebih muda. Kemarin saya sempat menengok. Ranting-rantingnya kosong dari dedaunan. Tapi di sana ada bunga-bunga merah tengah bermekaran.

Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion.

Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita.

Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: “Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!”

 

(Mazmur 137:1-3)

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: