Suatu kali saya menulis di buku tamu yang ditaruh di tempat makan dekat asrama, “Tehnya enak sekali.” Rekan saya ternyata mengamati. Ketika saya mengambil teh di lain hari, ia menimpali.
Di mana sebetulnya letak enaknya teh? Apakah pada tehnya atau justru pada yang menikmatinya? Atau mungkin suasana yang kemudian membuat tehnya menjadi enak?
Kaitkata: teh